27 Feb 2017 17:11

Di Hadapan 10 Penguji, Asman Abnur Akhirnya Raih Doktor

rumahpan.com

Dr. H. Asman Abnur SE MSi berpose bersama usai mempertahankan gelar doktor di Unair.

SHARE :

Surabaya, RumahPAN.com - Ujian terbuka disertasi merupakan proses terakhir yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa untuk mendapatkan gelar doktor. Hal inilah yang dialami  Dr. H. Asman Abnur SE MSi ini.

Di aula Garuda Mukti, kantor manajemen lantai 5, Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya pada Senin pagi (27/27) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) ini melakukan sederet prosesi ujian terbuka disertasi demi mempertahankan gelarnya sebagai doktor dari Fakultas Ilmu Ekonomi Islam. Judul disertasinya adalah "Pengaruh Belanja Modal Pemerintah dan Investasi Swasta terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Tenaga Kerja Terserap Serta Kesejahteraan Rakyat di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau dalam Perspektif Islam”.

Dalam ujian terbuka disertasi tersebut dihadiri oleh 10 orang penguji yang dibagi dua kategori, yakni penyanggah dan promotor. Sebagai penyanggah antara lain Prof Dr Djoko Mursinto sebagai pimpinan sidang, Prof Dr H Mus Lain Ch Ansori, Prof Dr Ir H Kadarsah Suryadi, Prof Dr R Agus Sartono, Prof Dr Tafdil Husni, Tito Karnavian PhD, dan Prof Dr Ir Djoko Santoso. Sedangkan promotornya Prof Dr H Suroso Imam Zadjuli dan ko-promotor Prof Dr H Ali Mufrodi.

Asman mempunyai alasan mengambil judul tersebut. Dia menginginkan investasi yang berasal dari belanja modal pemerintah maupun swasta dapat menumbuhkan perekonomian daerah. Namun selama ini masih terlihat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan itu tidak diimbangi dengan peningkatan pengeluaran untuk zakat, infak, dan sodakoh.

"Saya melihat belanja modal pemerintah dan investasi swasta belum mengikuti tugas atau fungsi Islam secara penuh untuk memerangi kebodohan, kesakitan, kemelaratan, dan ketidakadilan di semua lini kehidupan masyarakat," tegas pria yang pernah mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Ekasakti, Sumatera Barat  tahun 1990 lalu.

Asman menempuh pendidikan ini lebih cepat dari batas waktu tempuh kelulusan, yang biasanya 7 tahun. Kader PAN ini berhasil menempuh pendidikan selama 6,6  tahun  dengan Indeks Prestasi Kumulatif mendekati cumlaude, yaitu 3.98.

Seluruh penguji merasa terpukau ketika mendengar hasil penelitian Asman Dia menyatakan dalam hipotesisnya adalah negatif atau tidak berpengaruh. Padahal secara teoritis, hipotesis seharusnya menyatakan berpengaruh secara positif dan banyak orang yang biasanya mendapatkan hasil negatif. Namun selalu dipaksakan positif dengan mencari solusi bagaimana merubah atau membolak-balikkan data tersebut agar bertemu dengan hasil yang positif. Namun ini berbeda dengan Asman yang konsisten dengan pernyataannya bahwa hasil hipotesisnya.(silfi retno fitri/riz)

Sosial Media